Menyampaikan the Bad News Kepada Karyawan Anda
Siapapun bisa melihat kalau keadaan ekonomi dunia yang belum juga stabil di tahun ini sedikit banyak memberikan pengaruh untuk pertumbuhan dan perkembangan ekonomi dalam negeri. Sampai dengan Januari 2009 sendiri, diperkirakan ada sekitar 20 juta pengangguran di seluruh dunia (ILO). Sementara di Indonesia sendiri jumlah pengangguran akan meningkat sebanyak 8.87% akibat krisis global ini.
Lay off atau pemutusan hubungan kerja seringkali jadi salah satu langkah strategi yang harus dilakukan perusahaan untuk tetap bertahan di dunia bisnis. Beberapa orang harus ´pergi´ demi efisiensi agar perusahaan tetap bisa hidup. Hal ini mungkin terjadi juga di perusahaan tempat Anda bekerja. Manajemen memutuskan beberapa orang bawahan Anda terpaksa harus ´dirumahkan´ akibat produktifitas yang tidak mencapai target dan pasar yang sedang tidak ´sehat´.
Sebagai atasan karyawan tersebut, Andalah yang pertama kali menyampaikan berita ini kepada mereka, sebelum langkah selanjutnya di lakukan oleh manajemen. Memang tidak ada cara yang baik untuk menyampaikan berita buruk. Namun sebagai leader yang sudah sepantasnya juga berperan sebagai good communicator, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk meminimalkan dampak buruk akibat hal ini, sehingga walaupun mereka merasa kecewa karena telah mengalami pemutusan hubungan kerja, kekecewaan mereka tidak bertambah dengan cara manajemen dan Anda melakukan hal tersebut.
1. Pilihlah waktu yang tepat untuk menyampaikan berita ini.
Umumnya karyawan sudah bisa "mencium" kabar buruk yang akan disampaikan kepada mereka. Anda bisa menyampaikan berita ini pada akhir jam kerja ketika si karyawan sudah menyelesaikan pekerjaannya dan ketika kantor mulai sepi. Atau Anda juga bisa menyampaikan berita ini ketika jam kerja baru dimulai sehingga karyawan yang bersangkutan bisa membereskan beberapa pekerjaannya sebelum ia pergi.
2. Sampaikan berita tersebut dengan personal.
Panggilah karyawan satu-persatu walaupun manajemen memutuskan hubungan kerja dengan beberapa orang karyawan Anda. Keadaan ini akan memudahkan Anda untuk melihat reaksi karyawan yang bersangkutan sehingga penanganannya akan situasional.
3. Berikan penjelasan yang jujur dan jelas
Jangan menutupi hal yang sebenarnya terjadi. Jelaskan posisi perusahaan yang sesungguhnya, namun jangan memberikan informasi terlalu mendetail mengenai keadaan perusahaan yang menurut manajemen merupakan informasi classified. Hal terpenting adalah membuat mereka mengetahui dan memahami alasan diambilnya langkah pemutusan hubungan kerja tersebut.
4. Berikan kesempatan untuk bertanya.
Sebelum Anda menyampaikan berita ini, buatlah daftar pertanyaan yang mungkin ditanyakan dan berikan jawaban dengan cara yang tidak defensif. Sampaikan jawaban dengan penuh rasa empati dan simpati, bahwa Anda mengerti situasi yang merekasedang hadapi. Dua kata magic seperti "maaf" dan "terima kasih" adalah kata-kata yang harus Anda gunakan ketika menyampaikan berita ini.
5. Berikan hak mereka.
Untuk memudahkan masa transisi dan meringankan beban mereka, pastikan bahwa perusahaan memberikan hak mereka secara utuh sebagai karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja seperti uang pesangon yang proporsional dan benefit lainnya.
6. No public shaming.
Dengan cara apapun jangan mempermalukan karyawan yang mengalami pemutusan kerja, misalnya dengan membersihkan mejanya segera setelah berita tersebut disampaikan, langsung memutus akses telefon, atau mematikan komputernya sebelum yang bersangkutan kembali untuk membereskan mejanya. Jika hal tersebut memang prosedur yang harus dilakukan, berilah kelonggaran sedikit karena hal ini bisa mempermalukan si karyawan di depan rekan kerjanya.
Pemutusan hubungan kerja yang tidak dilakukan dengan benar dan cermat akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Karyawan yang merasa dirugikan bukan tidak mungkin menuntut perusahaan Anda sehingga masalah ini menjadi berlarut-larut. Karena itulah jangan pernah mengira bahwa masalah ini tidak perlu mendapatkan perhatian lebih dari manajemen dan Anda sebagai pemimpin karyawan tersebut.
Remember! :
Staf Anda juga manusia, punya rasa, punya hati, jangan samakan dengan mesin produksi. So be persuasive mendekati karyawan Anda.
Monday, August 22, 2011
Perkuat Posisimu di Masa Sulit !!
Perkuat Posisi di Masa Sulit
Dari hari ke hari, kita tak pernah dibuat lupa soal resesi yang sekarang ini tengah berlangsung. Media kian sering menjadikannya sebagai headline, lalu muncullah kekhawatiran itu: Apakah karier saya akan terpengaruh karenanya? Saat dihadapi dengan kemungkinan hilangnya pekerjaan, Anda punya dua pilihan. Entah itu membiarkan karier Anda dibayang-bayangi oleh rasa khawatir yang berlebihan atau justru memilih untuk menghadapi situasi tersebut dengan melakukan sesuatu untuk menghindarinya. Berikut beberapa sikap profesional yang perlu Anda rangkul agar untuk mempertahankan posisi Anda di perusahaan, bahkan menjadikan situasi buruk ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan karier dalam jangka panjang.
Tingkatkan Eksistensi
Begitu kemungkinan pemutusan hubungan kerja ada di depan mata, bisa jadi insting pertama Anda adalah diam atau bahkan “bersembunyi” dan berharap bila tidak terlalu menonjol, nama Anda tidak akan masuk dalam daftar kandidat yang akan di-PHK. Ini adalah taktik yang salah. Lagipula siapa sih yang lebih dipilih oleh perusahaan untuk diberhentikan? Karyawan yang dengan jelas-jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan beberapa hal penting untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan atau si-siapa-namanya-itu yang seringkali membenamkan diri di kubikel dan sulit ditemukan saat hendak dimintai bantuan? Ya, Anda pasti tahu jawabannya. Jadi, hadiri semua rapat yang diselenggarakan dan berpartisipasilah dalam ajang kantor. Hal ini akan menunjukkan semangat tinggi Anda yang tetap terjaga, komitmen senantiasa dijalani dan juga membuktikan Anda pemain tim yang baik. Jangan lupa pula untuk menjaga hubungan baik dengan atasan. Bukan berarti menjadi penjilat, melainkan secara rutin memastikan atasan tahu bahwa Anda ada di kantor untuk membantunya dan perusahaan melewati masa-masa sulit.
Jadi Relawan Untuk Kerja Tambahan
Berkurangnya staf dijamin membuat beberapa proyek atau tugas jadi terlantar. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan diri dan menciptakan kesan profesional yang baik. Sikap inisiatif untuk mengerjakan tugas tambahan ini akan menunjukkan kesediaan Anda untuk berusaha maksimal dalam membantu perusahaan selama masa-masa krisis. Bisa dipastikan bos akan mengingat kontribusi tersebut dan memberikan penghargaan yang pantas atas usaha Anda saat kondisi membaik. Bukan hanya itu, keahlian kerja juga meluas karenanya dan menjadikan Anda lebih bernilai.
Kembangkan Sikap Positif
Sekarang ini bukanlah saatnya untuk mengeluh soal berkurangnya kualitas beberapa fasilitas di kantor atau menurunnya uang saku perjalanan dinas. Kesengsaraan memang senang mencari teman dan orang-orang dengan sikap negatif akan memikat pribadi-pribadi negatif pula. Percaya atau tidak, pemikiran yang merugikan ini bisa menular. Bahkan, sikap buruk ini adalah salah satu sifat yang tak diinginkan perusahaan dari karyawan mereka. Intinya, semua pihak harus melakukan beberapa pengorbanan selama periode kekacauan finansial seperti ini. Ketimbang mengeluh, tetaplah bersemangat dan berikan kontribusi positif. Bisa jadi perusahaan akan melihat Anda sebagai "hikmah" dari sebuah musibah.
Jadi Pemain Tim
Wajar untuk serta-merta mengutamakan keselamatan sendiri saat dihadapi kemungkinan terburuk soal karier. Namun sikap egois ini tak akan memberikan Anda nilai tambah dari manajemen atau kolega yang lain. Kerjasama dan komunikasi sangatlah vital di masa-masa sulit. Jadi, jangan buat situasi jadi tambah buruk dengan menghindari partisipasi dalam gosip dalam bentuk apapun, terutama soal siapa yang berikutnya akan kena PHK. Tindakan tersebut hanya akan mencoreng sikap profesional yang selama ini telah Anda bangun, dan jangan dikira perusahaan tidak akan mengetahui aksi mempertahankan posisi yang kurang terpuji tersebut. Lebih baik, tunjukkan loyalitas Anda kepada perusahaan beserta karyawan-karyawan mereka lewat komunikasi formal dan informal di dalam tim.
Buat Diri Anda Tak Tergantikan
Tak perlu jadi jenius untuk tahu bahwa karyawan yang andal dalam multitasking dan bersedia menangani beberapa peran sekaligus sangatlah berharga buat perusahaan. Semakin besar Anda dijadikan tumpuan oleh perusahaan, semakin berkuranglah kemungkinan mereka membiarkan Anda pergi. Dan walaupun menjadi yang tak tergantikan seperti ini merupakan suatu posisi yang perlu dijaga setiap waktu, hal ini justru lebih penting saat masa-masa tengah kritis. Mengarahkan diri Anda ke posisi tersebut saat perusahaan tengah mengalami penurunan drastis bisa menjadi suatu modal jangka panjang. Betul sekali, alasan kuat yang bisa Anda ajukan saat meminta kenaikan gaji atau jabatan di kemudian hari.
By: Intan Iskandar
Redaktur Pelaksana Cosmopolitan Indonesia
Dari hari ke hari, kita tak pernah dibuat lupa soal resesi yang sekarang ini tengah berlangsung. Media kian sering menjadikannya sebagai headline, lalu muncullah kekhawatiran itu: Apakah karier saya akan terpengaruh karenanya? Saat dihadapi dengan kemungkinan hilangnya pekerjaan, Anda punya dua pilihan. Entah itu membiarkan karier Anda dibayang-bayangi oleh rasa khawatir yang berlebihan atau justru memilih untuk menghadapi situasi tersebut dengan melakukan sesuatu untuk menghindarinya. Berikut beberapa sikap profesional yang perlu Anda rangkul agar untuk mempertahankan posisi Anda di perusahaan, bahkan menjadikan situasi buruk ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan karier dalam jangka panjang.
Tingkatkan Eksistensi
Begitu kemungkinan pemutusan hubungan kerja ada di depan mata, bisa jadi insting pertama Anda adalah diam atau bahkan “bersembunyi” dan berharap bila tidak terlalu menonjol, nama Anda tidak akan masuk dalam daftar kandidat yang akan di-PHK. Ini adalah taktik yang salah. Lagipula siapa sih yang lebih dipilih oleh perusahaan untuk diberhentikan? Karyawan yang dengan jelas-jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan beberapa hal penting untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan atau si-siapa-namanya-itu yang seringkali membenamkan diri di kubikel dan sulit ditemukan saat hendak dimintai bantuan? Ya, Anda pasti tahu jawabannya. Jadi, hadiri semua rapat yang diselenggarakan dan berpartisipasilah dalam ajang kantor. Hal ini akan menunjukkan semangat tinggi Anda yang tetap terjaga, komitmen senantiasa dijalani dan juga membuktikan Anda pemain tim yang baik. Jangan lupa pula untuk menjaga hubungan baik dengan atasan. Bukan berarti menjadi penjilat, melainkan secara rutin memastikan atasan tahu bahwa Anda ada di kantor untuk membantunya dan perusahaan melewati masa-masa sulit.
Jadi Relawan Untuk Kerja Tambahan
Berkurangnya staf dijamin membuat beberapa proyek atau tugas jadi terlantar. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan diri dan menciptakan kesan profesional yang baik. Sikap inisiatif untuk mengerjakan tugas tambahan ini akan menunjukkan kesediaan Anda untuk berusaha maksimal dalam membantu perusahaan selama masa-masa krisis. Bisa dipastikan bos akan mengingat kontribusi tersebut dan memberikan penghargaan yang pantas atas usaha Anda saat kondisi membaik. Bukan hanya itu, keahlian kerja juga meluas karenanya dan menjadikan Anda lebih bernilai.
Kembangkan Sikap Positif
Sekarang ini bukanlah saatnya untuk mengeluh soal berkurangnya kualitas beberapa fasilitas di kantor atau menurunnya uang saku perjalanan dinas. Kesengsaraan memang senang mencari teman dan orang-orang dengan sikap negatif akan memikat pribadi-pribadi negatif pula. Percaya atau tidak, pemikiran yang merugikan ini bisa menular. Bahkan, sikap buruk ini adalah salah satu sifat yang tak diinginkan perusahaan dari karyawan mereka. Intinya, semua pihak harus melakukan beberapa pengorbanan selama periode kekacauan finansial seperti ini. Ketimbang mengeluh, tetaplah bersemangat dan berikan kontribusi positif. Bisa jadi perusahaan akan melihat Anda sebagai "hikmah" dari sebuah musibah.
Jadi Pemain Tim
Wajar untuk serta-merta mengutamakan keselamatan sendiri saat dihadapi kemungkinan terburuk soal karier. Namun sikap egois ini tak akan memberikan Anda nilai tambah dari manajemen atau kolega yang lain. Kerjasama dan komunikasi sangatlah vital di masa-masa sulit. Jadi, jangan buat situasi jadi tambah buruk dengan menghindari partisipasi dalam gosip dalam bentuk apapun, terutama soal siapa yang berikutnya akan kena PHK. Tindakan tersebut hanya akan mencoreng sikap profesional yang selama ini telah Anda bangun, dan jangan dikira perusahaan tidak akan mengetahui aksi mempertahankan posisi yang kurang terpuji tersebut. Lebih baik, tunjukkan loyalitas Anda kepada perusahaan beserta karyawan-karyawan mereka lewat komunikasi formal dan informal di dalam tim.
Buat Diri Anda Tak Tergantikan
Tak perlu jadi jenius untuk tahu bahwa karyawan yang andal dalam multitasking dan bersedia menangani beberapa peran sekaligus sangatlah berharga buat perusahaan. Semakin besar Anda dijadikan tumpuan oleh perusahaan, semakin berkuranglah kemungkinan mereka membiarkan Anda pergi. Dan walaupun menjadi yang tak tergantikan seperti ini merupakan suatu posisi yang perlu dijaga setiap waktu, hal ini justru lebih penting saat masa-masa tengah kritis. Mengarahkan diri Anda ke posisi tersebut saat perusahaan tengah mengalami penurunan drastis bisa menjadi suatu modal jangka panjang. Betul sekali, alasan kuat yang bisa Anda ajukan saat meminta kenaikan gaji atau jabatan di kemudian hari.
By: Intan Iskandar
Redaktur Pelaksana Cosmopolitan Indonesia
Perkuat Posisi di Masa Sulit
Perkuat Posisi di Masa Sulit
Dari hari ke hari, kita tak pernah dibuat lupa soal resesi yang sekarang ini tengah berlangsung. Media kian sering menjadikannya sebagai headline, lalu muncullah kekhawatiran itu: Apakah karier saya akan terpengaruh karenanya? Saat dihadapi dengan kemungkinan hilangnya pekerjaan, Anda punya dua pilihan. Entah itu membiarkan karier Anda dibayang-bayangi oleh rasa khawatir yang berlebihan atau justru memilih untuk menghadapi situasi tersebut dengan melakukan sesuatu untuk menghindarinya. Berikut beberapa sikap profesional yang perlu Anda rangkul agar untuk mempertahankan posisi Anda di perusahaan, bahkan menjadikan situasi buruk ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan karier dalam jangka panjang.
Tingkatkan Eksistensi
Begitu kemungkinan pemutusan hubungan kerja ada di depan mata, bisa jadi insting pertama Anda adalah diam atau bahkan “bersembunyi” dan berharap bila tidak terlalu menonjol, nama Anda tidak akan masuk dalam daftar kandidat yang akan di-PHK. Ini adalah taktik yang salah. Lagipula siapa sih yang lebih dipilih oleh perusahaan untuk diberhentikan? Karyawan yang dengan jelas-jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan beberapa hal penting untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan atau si-siapa-namanya-itu yang seringkali membenamkan diri di kubikel dan sulit ditemukan saat hendak dimintai bantuan? Ya, Anda pasti tahu jawabannya. Jadi, hadiri semua rapat yang diselenggarakan dan berpartisipasilah dalam ajang kantor. Hal ini akan menunjukkan semangat tinggi Anda yang tetap terjaga, komitmen senantiasa dijalani dan juga membuktikan Anda pemain tim yang baik. Jangan lupa pula untuk menjaga hubungan baik dengan atasan. Bukan berarti menjadi penjilat, melainkan secara rutin memastikan atasan tahu bahwa Anda ada di kantor untuk membantunya dan perusahaan melewati masa-masa sulit.
Jadi Relawan Untuk Kerja Tambahan
Berkurangnya staf dijamin membuat beberapa proyek atau tugas jadi terlantar. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan diri dan menciptakan kesan profesional yang baik. Sikap inisiatif untuk mengerjakan tugas tambahan ini akan menunjukkan kesediaan Anda untuk berusaha maksimal dalam membantu perusahaan selama masa-masa krisis. Bisa dipastikan bos akan mengingat kontribusi tersebut dan memberikan penghargaan yang pantas atas usaha Anda saat kondisi membaik. Bukan hanya itu, keahlian kerja juga meluas karenanya dan menjadikan Anda lebih bernilai.
Kembangkan Sikap Positif
Sekarang ini bukanlah saatnya untuk mengeluh soal berkurangnya kualitas beberapa fasilitas di kantor atau menurunnya uang saku perjalanan dinas. Kesengsaraan memang senang mencari teman dan orang-orang dengan sikap negatif akan memikat pribadi-pribadi negatif pula. Percaya atau tidak, pemikiran yang merugikan ini bisa menular. Bahkan, sikap buruk ini adalah salah satu sifat yang tak diinginkan perusahaan dari karyawan mereka. Intinya, semua pihak harus melakukan beberapa pengorbanan selama periode kekacauan finansial seperti ini. Ketimbang mengeluh, tetaplah bersemangat dan berikan kontribusi positif. Bisa jadi perusahaan akan melihat Anda sebagai "hikmah" dari sebuah musibah.
Jadi Pemain Tim
Wajar untuk serta-merta mengutamakan keselamatan sendiri saat dihadapi kemungkinan terburuk soal karier. Namun sikap egois ini tak akan memberikan Anda nilai tambah dari manajemen atau kolega yang lain. Kerjasama dan komunikasi sangatlah vital di masa-masa sulit. Jadi, jangan buat situasi jadi tambah buruk dengan menghindari partisipasi dalam gosip dalam bentuk apapun, terutama soal siapa yang berikutnya akan kena PHK. Tindakan tersebut hanya akan mencoreng sikap profesional yang selama ini telah Anda bangun, dan jangan dikira perusahaan tidak akan mengetahui aksi mempertahankan posisi yang kurang terpuji tersebut. Lebih baik, tunjukkan loyalitas Anda kepada perusahaan beserta karyawan-karyawan mereka lewat komunikasi formal dan informal di dalam tim.
Buat Diri Anda Tak Tergantikan
Tak perlu jadi jenius untuk tahu bahwa karyawan yang andal dalam multitasking dan bersedia menangani beberapa peran sekaligus sangatlah berharga buat perusahaan. Semakin besar Anda dijadikan tumpuan oleh perusahaan, semakin berkuranglah kemungkinan mereka membiarkan Anda pergi. Dan walaupun menjadi yang tak tergantikan seperti ini merupakan suatu posisi yang perlu dijaga setiap waktu, hal ini justru lebih penting saat masa-masa tengah kritis. Mengarahkan diri Anda ke posisi tersebut saat perusahaan tengah mengalami penurunan drastis bisa menjadi suatu modal jangka panjang. Betul sekali, alasan kuat yang bisa Anda ajukan saat meminta kenaikan gaji atau jabatan di kemudian hari.
By: Intan Iskandar
Redaktur Pelaksana Cosmopolitan Indonesia
Dari hari ke hari, kita tak pernah dibuat lupa soal resesi yang sekarang ini tengah berlangsung. Media kian sering menjadikannya sebagai headline, lalu muncullah kekhawatiran itu: Apakah karier saya akan terpengaruh karenanya? Saat dihadapi dengan kemungkinan hilangnya pekerjaan, Anda punya dua pilihan. Entah itu membiarkan karier Anda dibayang-bayangi oleh rasa khawatir yang berlebihan atau justru memilih untuk menghadapi situasi tersebut dengan melakukan sesuatu untuk menghindarinya. Berikut beberapa sikap profesional yang perlu Anda rangkul agar untuk mempertahankan posisi Anda di perusahaan, bahkan menjadikan situasi buruk ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan karier dalam jangka panjang.
Tingkatkan Eksistensi
Begitu kemungkinan pemutusan hubungan kerja ada di depan mata, bisa jadi insting pertama Anda adalah diam atau bahkan “bersembunyi” dan berharap bila tidak terlalu menonjol, nama Anda tidak akan masuk dalam daftar kandidat yang akan di-PHK. Ini adalah taktik yang salah. Lagipula siapa sih yang lebih dipilih oleh perusahaan untuk diberhentikan? Karyawan yang dengan jelas-jelas menunjukkan bahwa ia telah melakukan beberapa hal penting untuk memberikan kontribusi kepada perusahaan atau si-siapa-namanya-itu yang seringkali membenamkan diri di kubikel dan sulit ditemukan saat hendak dimintai bantuan? Ya, Anda pasti tahu jawabannya. Jadi, hadiri semua rapat yang diselenggarakan dan berpartisipasilah dalam ajang kantor. Hal ini akan menunjukkan semangat tinggi Anda yang tetap terjaga, komitmen senantiasa dijalani dan juga membuktikan Anda pemain tim yang baik. Jangan lupa pula untuk menjaga hubungan baik dengan atasan. Bukan berarti menjadi penjilat, melainkan secara rutin memastikan atasan tahu bahwa Anda ada di kantor untuk membantunya dan perusahaan melewati masa-masa sulit.
Jadi Relawan Untuk Kerja Tambahan
Berkurangnya staf dijamin membuat beberapa proyek atau tugas jadi terlantar. Ini adalah kesempatan bagi Anda untuk mengajukan diri dan menciptakan kesan profesional yang baik. Sikap inisiatif untuk mengerjakan tugas tambahan ini akan menunjukkan kesediaan Anda untuk berusaha maksimal dalam membantu perusahaan selama masa-masa krisis. Bisa dipastikan bos akan mengingat kontribusi tersebut dan memberikan penghargaan yang pantas atas usaha Anda saat kondisi membaik. Bukan hanya itu, keahlian kerja juga meluas karenanya dan menjadikan Anda lebih bernilai.
Kembangkan Sikap Positif
Sekarang ini bukanlah saatnya untuk mengeluh soal berkurangnya kualitas beberapa fasilitas di kantor atau menurunnya uang saku perjalanan dinas. Kesengsaraan memang senang mencari teman dan orang-orang dengan sikap negatif akan memikat pribadi-pribadi negatif pula. Percaya atau tidak, pemikiran yang merugikan ini bisa menular. Bahkan, sikap buruk ini adalah salah satu sifat yang tak diinginkan perusahaan dari karyawan mereka. Intinya, semua pihak harus melakukan beberapa pengorbanan selama periode kekacauan finansial seperti ini. Ketimbang mengeluh, tetaplah bersemangat dan berikan kontribusi positif. Bisa jadi perusahaan akan melihat Anda sebagai "hikmah" dari sebuah musibah.
Jadi Pemain Tim
Wajar untuk serta-merta mengutamakan keselamatan sendiri saat dihadapi kemungkinan terburuk soal karier. Namun sikap egois ini tak akan memberikan Anda nilai tambah dari manajemen atau kolega yang lain. Kerjasama dan komunikasi sangatlah vital di masa-masa sulit. Jadi, jangan buat situasi jadi tambah buruk dengan menghindari partisipasi dalam gosip dalam bentuk apapun, terutama soal siapa yang berikutnya akan kena PHK. Tindakan tersebut hanya akan mencoreng sikap profesional yang selama ini telah Anda bangun, dan jangan dikira perusahaan tidak akan mengetahui aksi mempertahankan posisi yang kurang terpuji tersebut. Lebih baik, tunjukkan loyalitas Anda kepada perusahaan beserta karyawan-karyawan mereka lewat komunikasi formal dan informal di dalam tim.
Buat Diri Anda Tak Tergantikan
Tak perlu jadi jenius untuk tahu bahwa karyawan yang andal dalam multitasking dan bersedia menangani beberapa peran sekaligus sangatlah berharga buat perusahaan. Semakin besar Anda dijadikan tumpuan oleh perusahaan, semakin berkuranglah kemungkinan mereka membiarkan Anda pergi. Dan walaupun menjadi yang tak tergantikan seperti ini merupakan suatu posisi yang perlu dijaga setiap waktu, hal ini justru lebih penting saat masa-masa tengah kritis. Mengarahkan diri Anda ke posisi tersebut saat perusahaan tengah mengalami penurunan drastis bisa menjadi suatu modal jangka panjang. Betul sekali, alasan kuat yang bisa Anda ajukan saat meminta kenaikan gaji atau jabatan di kemudian hari.
By: Intan Iskandar
Redaktur Pelaksana Cosmopolitan Indonesia
Wednesday, August 17, 2011
Kenali Posisi Keuangan Pribadi Anda!
Dalam phase manakah Anda berada?
Merencanakan keuangan pribadi sama halnya dengan mengarahkan kendaraan atau menentukan perjalanan. No where, anywhere. Mungkin akan semakin banyak kendala, kesulitan, dan lain sebagainya jika tidak dimulai dari sekarang untuk keuangan pribadi maupun keluarga.
Beberapa contoh ditemukan teman-teman yang memiliki penghasilan lumayan besar, misal a rupiah, tetapi rasio hutangnya luar biasa besar di atas rata-rata. Cicilan mobil, motor, kartu kredit bank ampun, kartu kredit bank sita, kartu kredit bank pelit bahkan cicilan untuk kartu kreditnya saja mencapai 30% dari total penghasilan, belum cicilan lainnya.
Mulai dari sekarang mari perbaiki sistem keuangan pribadi agar kita sebagai karyawan, ataupun pengusaha mempunyai "antibiotik" terhadap utang dengan memperkecil porsi hutang serta memperbesar porsi pendapatan (tetap) dan pendapatan lainnya (bisa melalui investasi kecil-kecilan dan sebagainya).
Mari merdekakan diri dan keluarga terlebih dulu dari jerat hutang !
Subscribe to:
Posts (Atom)
